Halo, namaku Budi Prasetyo.
Darahku asli Jawa Timur—kombinasi Kediri dan Tulungagung—tapi aku “dirakit” dan lahir di Bandung. Aku anak sulung dari tiga bersaudara, seorang Taurus yang keras kepala tapi cinta damai (lebih suka ngalah daripada ribut!).
Hidupku adalah definisi nomaden. Mengikuti tugas orang tua, aku tumbuh besar berpindah-pindah kota, mengoleksi kenangan di setiap persinggahannya:
- Bandung (TK-SD): Masa kecilku diisi karier gemilang sebagai penari “Tari Tempurung” bersama tim elite-ku (Olan, Bulan, Chika). Di sini aku belajar berani melawan bully, walau cuma sebatas adu mulut demi menjaga nama baik orang tua.
- Surabaya (SD-SMP): Pindah ke kota yang panasnya minta ampun, aku beradaptasi dengan kipas angin dan bahasa Suroboyoan. Momen paling epik? Meninju preman cilik di Pasar Pucang demi menyelamatkan adikku, lalu kabur terbirit-birit. Di sini juga aku mulai hobi bongkar (baca: ngerusak) mainan elektronik.
- Manado (SMP): Era petualangan alam. Bersama Agus (si kalem) dan Ali (si heboh), kami mendaki Gunung Klabat ala film 5 cm. Selera musikku pun makin classy, mulai dari Spandau Ballet sampai Al Jarreau.
- Bali (SMA): Masa kejayaan remaja di Smansa Denpasar. Di sinilah Geng F2 terbentuk (bersama Nucky, Bram, dan kawan-kawan). Kami melewati masa SMA dengan musik Queen, lomba PBB, dan akhirnya “otak gosong” bareng demi UMPTN.
- Bandung (Kuliah & Sekarang): Kembali ke tanah kelahiran untuk kuliah di STT Telkom. Beberapa petualangan di masa kuliah dan di sinilah takdir mempertemukanku dengan istri tercinta—sebuah kisah romantis yang bermula di dalam pesawat terbang.
Kini, si nomaden ini telah “mendarat” bertempat tinggal di Tangerang, sebelahan dengan Jakarta, dan dikaruniai tiga pangeran ganteng. Lewat tulisan ini, aku ingin berbagi kepingan cerita dari masa lalu yang seru, lucu, dan kadang absurd. Selamat menikmati!